Secara umum, komunikasi adalah
kebutuhan primer dalam kehidupan kita. Dengan berkomunikasi kita mampu
bertukar message, memenuhi
kebutuhan, beribadah maupun terapi kesehatan. Kita takkan lepas
dari kegiatan berkomunikasi. Karena komunikasi merupakan bagian
terpenting dari kehidupan kita, tak terkecuali seorang hipnoterapis yang
menghipnoterapi kliennya. Bisa dibilang komunikasi itu sarana yang sangat
efektif dalam melaksanakan proses hipnoterapi.
Begitu pentingnya peran komunikasi,
maka komunikasi dapat dijadikan sebagai alat terapi
pada profesi-profesi tertentu, yang dalam menjalankan tugasnya sangat
sering berhubungan dengan orang lain. Biasanya kegiatan tersebut
berhubungan dengan profesi kedokteran, keperawatan,
psikologi, konseling, dan hipnoterapi, sehingga komunikasi dapat
berfungsi sebagai alat terapi yang disebut dengan komunikasi terapiutik.
Selain itu, peran komunikasi juga
sangat dibutuhkan dalam kegiatan bermuhasabah ataupun dalam sesi
terapi maupun hipnosis untuk kebutuhan kesehatan maupun pengembangan
diri. Sehingga,
keahlian dalam berkomunikasi secara terapiutik akan sangat membantu dalam
proses hipnoterapi, hipnosis, relaksasi, muhasabah maupun kegiatan lainnya
yang bertujuan untuk kemajuan dan kesembuhan kliennya. Dari masalah-masalah atau gangguan kejiwaan, psikis
atau kurangnya pengembangan diri.
Lalu, apa itu HCM?
Hipnotic Communication Management adalah sebuah tehnik untuk bisa mengatur pola-pola komunikasi yang
dapat menciptakan sugesti kepada orang lain tanpa ia sadari.
Kenapa ini penting kita bahas?
Begini.
Anda tahu bluetooth? teknologi yang cukup jarang digunakan saat ini. Tapi
kita akan melakukan perumpamaan sederhana dengan analogi ini. Pada bluetooth terdapat dua komponen yang perlu ada agar sebuah data bisa dikirim.
Yang pertama adalah transmitter (pengirim data)
dan kedua, reciever (penerima data).
Sekarang pertanyaannya.
Apakah dua hal ini cukup?
Yappppp.
Ada satu tahap
lagi yang penting agar data dapat terkirim dari satu device ke device yang lain, yaitu proses "SINKRONISASI". Diperlukan
pula sebuah kode. Beberapa dari kita
mungkin tahu, untuk mengirim data melalui bluetooth memerlukan kode verifikasi atau
semacamnya agar dapat “TERKONEKSI”.
Lah, apa kaitannya
dengan Hypnotic Communication Management?
Begini. Anda merupakan transmitter, dan orang lain merupakan reciever. Pesan yang Anda berikan kepada orang lain akan mudah diterima. Jika
kodenya sesuai atau telah "SINKRON" terlebih dahulu. Orang lain akan lebih
menerima pesan yang Anda berikan melalui "POLA BAHASA" yang Anda kirim.
Emangnya ada ‘pola bahasa’ yang bisa lebih diterina orang lain??
Jawabanya, ada! Yaitu
pola bahasa yang sesuai dengan model reciever pada masing-masing
individu. Model reciever tiap individu berbeda-beda. Untuk mempermudah, kita
akan coba lihat model reciever ini ke dalam 3 hal:
1. Reciever Visual: orang ini akan dapat menerima pesan kita lebih mudah dengan
stimulasi bahasa yang dekat dengan indra pengelihatan.
Contohnya:
Eh sist, Saya lihat kok kamu lebih cerah hari ini. Pakaianmu
juga matching.
Gunakan bahasa bahasa yang menggunakan indra pengelihatan seperti: bayangkan,
melihat, warna, bentuk dan lainnya
2. Reciever Auditory: seperti namanya dia akan lebih menerima pola bahasa yang
berkenaan dengan pendengaran.
Contoh:
Hey sist, dengar-dengar kamu kemarin
keren banget pas tampil. Orang-orang membicarakanmu tahu.
Bahasa yang digunakan: mendengar, suara, bunyi, kata-kata dan
lain-lain
3. Reciever Kinestetic: tipe ini akan lebih menerima lewat sesuatu yang dekat dengan indra
sentuhan dan rasa.
Contoh:
(Sambil rangkul )
Hey sist, Saya ngerasa kamu bahagia banget hari ini
Bahasa yang digunakan; perasaan, enak, lembut, asar, tekstur dan
lainnya.
Jadi salah satu
cara agar kata-kata kita memiliki efek hipnotic dapat dilakukan dengan menggunakan
pola bahasa yang sesuai dengan lawan bicara kita. Iya, cara mudah mengenalinya adalah melihat
kata-kata yang sering diucapkan, apakah pola visual? auditory? atau kinestetic?.
Kren
ReplyDeleteMksh ilmunya
Ilmu yg sangat berguna...
ReplyDeleteTapi penulisan yg benar mungkin adalah 'Receiver' daripada 'reciever'
Ilmu yg sangat berguna...
ReplyDeleteTapi penulisan yg benar mungkin adalah 'Receiver' daripada 'reciever'