Saturday, January 4, 2020

Mengenal Lebih Dekat Seni Relaksasi, Yaitu Hypnotic Communication Management


Secara umum, komunikasi adalah kebutuhan primer dalam kehidupan kita. Dengan berkomunikasi kita mampu bertukar message, memenuhi kebutuhan, beribadah maupun terapi kesehatan. Kita takkan lepas dari kegiatan berkomunikasi. Karena komunikasi merupakan bagian terpenting dari kehidupan kita, tak terkecuali seorang hipnoterapis yang menghipnoterapi kliennya. Bisa dibilang komunikasi itu sarana yang sangat efektif dalam melaksanakan proses hipnoterapi.
Begitu pentingnya peran komunikasi, maka komunikasi dapat dijadikan sebagai alat terapi pada profesi-profesi tertentu, yang dalam menjalankan tugasnya sangat sering berhubungan dengan orang lain. Biasanya kegiatan tersebut berhubungan dengan profesi kedokteran, keperawatan, psikologi, konseling, dan hipnoterapi, sehingga komunikasi dapat berfungsi sebagai alat terapi yang disebut dengan komunikasi terapiutik.
Selain itu, peran komunikasi juga sangat dibutuhkan dalam kegiatan bermuhasabah ataupun dalam sesi terapi maupun hipnosis untuk kebutuhan kesehatan maupun pengembangan diri. Sehingga, keahlian dalam berkomunikasi secara terapiutik akan sangat membantu dalam proses hipnoterapi, hipnosis, relaksasi, muhasabah maupun kegiatan lainnya yang bertujuan untuk kemajuan dan kesembuhan kliennya. Dari masalah-masalah atau gangguan kejiwaan, psikis atau kurangnya pengembangan diri.
Lalu, apa itu HCM?
Hipnotic Communication Management adalah sebuah tehnik untuk bisa mengatur pola-pola komunikasi yang dapat menciptakan sugesti kepada orang lain tanpa ia sadari.
 Kenapa ini penting kita bahas?
            Begini. Anda tahu bluetooth? teknologi yang cukup jarang digunakan saat ini. Tapi kita akan melakukan perumpamaan sederhana dengan analogi ini. Pada bluetooth terdapat dua komponen yang perlu ada agar sebuah data bisa dikirim.  Yang pertama adalah transmitter (pengirim data) dan kedua, reciever (penerima data).
Sekarang pertanyaannya. Apakah dua hal ini cukup?
Yappppp.
Ada satu tahap lagi yang penting agar data dapat terkirim dari satu device ke device yang lain, yaitu proses "SINKRONISASI". Diperlukan pula sebuah kode.  Beberapa dari kita mungkin tahu, untuk mengirim data melalui bluetooth memerlukan kode verifikasi atau semacamnya agar dapat “TERKONEKSI”.
Lah, apa kaitannya dengan Hypnotic Communication Management?
Begini. Anda merupakan transmitter, dan orang lain merupakan reciever. Pesan yang Anda berikan kepada orang lain akan mudah diterima. Jika kodenya sesuai atau telah "SINKRON" terlebih dahulu. Orang lain akan lebih menerima pesan yang Anda berikan melalui "POLA BAHASA" yang Anda kirim.
Emangnya ada ‘pola bahasa’ yang bisa lebih diterina orang lain??
Jawabanya, ada! Yaitu pola bahasa yang sesuai dengan model reciever  pada masing-masing individu. Model reciever tiap individu berbeda-beda. Untuk mempermudah, kita akan coba lihat model reciever ini ke dalam 3 hal:
1.  Reciever Visual: orang ini akan dapat menerima pesan kita lebih mudah dengan stimulasi bahasa yang dekat dengan indra pengelihatan.
Contohnya: 
Eh sist, Saya lihat kok kamu lebih cerah hari ini. Pakaianmu juga matching.
Gunakan bahasa bahasa yang menggunakan indra pengelihatan seperti: bayangkan, melihat, warna, bentuk dan lainnya
2.  Reciever Auditory: seperti namanya dia akan lebih menerima pola bahasa yang berkenaan dengan pendengaran.
Contoh:
Hey sist, dengar-dengar kamu kemarin keren banget pas tampil. Orang-orang membicarakanmu tahu.
Bahasa yang  digunakan: mendengar, suara, bunyi, kata-kata dan lain-lain
3.  Reciever Kinestetic: tipe ini akan lebih menerima lewat sesuatu yang dekat dengan indra sentuhan dan rasa. 
Contoh: 
(Sambil rangkul ) 
Hey sist, Saya ngerasa kamu bahagia banget hari ini
Bahasa yang  digunakan; perasaan, enak, lembut, asar, tekstur dan lainnya.
Jadi salah satu cara agar kata-kata kita memiliki efek hipnotic dapat dilakukan dengan menggunakan pola bahasa yang sesuai dengan lawan bicara kita.  Iya, cara mudah mengenalinya adalah melihat kata-kata yang sering diucapkan, apakah pola visual? auditory? atau kinestetic?.

3 comments:

  1. Ilmu yg sangat berguna...
    Tapi penulisan yg benar mungkin adalah 'Receiver' daripada 'reciever'

    ReplyDelete
  2. Ilmu yg sangat berguna...
    Tapi penulisan yg benar mungkin adalah 'Receiver' daripada 'reciever'

    ReplyDelete

DARAH - DARAH WANITA

YANG TINGGAL DI ANTARA KITA

  YANG TINGGAL DI ANTARA KITA Zizi Althofunnisa   Cinta itu datang diam-diam, lalu menetap tanpa izin di mataku, di cara aku men...