Saturday, August 29, 2020

Harmonisme Rasa Dunia Mimpi

Lelah mengasah rasa yang kian hari menyesakkan dada

Diam menusuk rusuk relung hati nan penuh duka

Duka lara yang menyelimuti buncahan hingga mengharmonikan keduanya

Duka yang tak berujung menyigap tanggap rasa sua

Lara beraduhkan gundah gulana mengiangkan cinta

Harmoni rasa beremanasikan kebutaan hati ingin bersama

Bergurau ria, tanpa menjarak yang menyenggangkan aku dan kamu menjadi kita

Kita yang selalu akan menjadi kita, kala sua telah menyatukan kita

Gemerincing.... bunyi detakan kencang dalam pompaan demi pompaan

Sehingga arteri dan aorta memadukan rasa dalam tatalaksananya

Jiwaku terbang melayang di negeri awan dewata

Menyiring indah nun jauh di sana

Menyepi dalam gumpalan awan, bergulung campuran air dan hawa

Haaaaaah......sunyi terasa dan hampanya hidup yang mengapung di awan mimpi

Hingga membalur berarus mimpi dan mimpi

Oh rasa.....rasa dan rasa

Kau tebar dan alirkan relung ini dengan kehangatan selimut sutramu

Harum, lembut hingga terbuai dalam dekapmu

Dekapan yang menyengsarakan diri dalam ketermangungan

Oh, begitu harmoninya engkau dalam diri ini, hingga tak berdaya menyelarasi kerasiannya

Jika memang tak bisa mendaur lagi dari segalanya

Tak ingin diri berpolemik dengannya

Keadaan yang mengguncang guncing dalam badai runcingan

Hingga bersikap sederhana tak ingin berkepanjangan

Hilir gemilir hembusan angin dalam segelintir bahasa yang menjelaskan sejuta rasa

Rasa yang tersemat bak alunan biola yang berdawai

Terasa nikmat dan menghanyutkan hati

Haru, menyentuh bilik-bilik yang terhampiri

Begitulah ia terasa dan membaur dalam rasa

Rasa yang tak ingin tertinggalkan jauh dari diri yang telah bertahtakan cinta

DARAH - DARAH WANITA

YANG TINGGAL DI ANTARA KITA

  YANG TINGGAL DI ANTARA KITA Zizi Althofunnisa   Cinta itu datang diam-diam, lalu menetap tanpa izin di mataku, di cara aku men...