Tuesday, April 21, 2026

CATATAN DARI JARAK


CATATAN DARI JARAK

Aini an Nahl

 

Aku pernah hidup tanpa jeda,

segala tersedia,

tanpa perlu bertanya: dari mana, untuk apa.

Sebagai bungsu

aku adalah bagian yang dijaga paling akhir,

paling lama.

Lalu aku pergi.

Bukan karena kurang,

tapi karena ada yang tak bisa tumbuh jika terus dilindungi.

Jakarta tidak menunggu.

Ia berjalan cepat, dan aku harus mengejar atau tersisih.

Di sana, lelah tidak punya drama,

gagal tidak memberi aba-aba,

dan rindu… datang tanpa suara.

Aku belajar mengatur diri,

bukan sekadar waktu dan uang,

tapi cara berpikir,

cara berdiri saat goyah.

Ada hari-hari hampir selesai,

di mana pulang terasa lebih masuk akal

daripada bertahan.

Tapi aku ingat:

selembar kertas,

dengan tujuan yang pernah kutulis

saat aku masih berani bermimpi.

Sejak itu aku paham,

yang diuji bukan langkahku,

tapi arahku.

Rantau tidak membuatku kuat,

ia hanya memperlihatkan

bahwa aku memang harus jadi kuat.

Dan hari ini,

aku tidak lagi mencari nyaman.

Aku hanya ingin cukup jauh untuk tahu,

aku tidak lagi orang yang sama.

 

 

(Pamulang, 21 April 2026) 

No comments:

Post a Comment

DARAH - DARAH WANITA

YANG TINGGAL DI ANTARA KITA

  YANG TINGGAL DI ANTARA KITA Zizi Althofunnisa   Cinta itu datang diam-diam, lalu menetap tanpa izin di mataku, di cara aku men...