Monday, January 27, 2020

Musykil Matan Hadis Dan Perkembangannya


Pendahuluan

Sebagai sumber ajaran kedua setelah al-Quran, Hadis Nabi memuat berbagai aspek kehidupan manusia, dari yang paling sepele sampai yang paling besar. Sebagian hadis Nabi memiliki kandungan yang sederhana sehingga mudah dipahami. Akan tetapi tidak sedikit hadis-hadis Nabi tersebut bermuatan berbagai persoalan yang pelik dan sukar untuk dipahami serta diterima secara mudah. Kepelikan dimaksud tidak hanya disebabkan sukar dipahami secara nalar, tetapi juga terkadang memiliki persoalan yang saling bertentangan antara satu hadis dengan hadis lain, dengan ayat-ayat Alquran dan unsur-unsur ajaran Islam yang lainnya. Dalam khazanah ilmu hadis, persoalan tersebut dipahami melalui pendekatan Ilmu Isykal al-Hadis. Tema-tema hadis musykil sangat beragam, sebagiannya menjadi persoalan yang menimbulkan perbincangan yang tidak berujung, karena menyentuh bahagian dari esensi pokok ajaran Islam. Sebahagian hadis lainnya, tidak meninggalkan persoalan yang berkepanjangan, karena tidak menyentuh persoalan pokok seperti aqidah dan hukum, tetapi hanya dalam persoalan-persoalan yang cukup kecil. Para ulama klasik maupun modern menaruh perhatian secara khusus terhadap hadis-hadis musykil, karena hadis-hadis tersebut dapat menimbulkan berbagai imej yang negatif bagi ajaran Islam itu sendiri, jika tidak dibicarakan secara tuntas. Untuk itu, menanggapi hadis musykil harus melalui penelitian maupun pemahaman dengan metode dan pendekatan yang sesuai dengan tema hadis tersebut.

Urgensi Musykil Matan Hadis

Al-Musykil secara bahasa berasal dari kata "Syakala". Ibnu Faris berkata: "kata syakala dalam kebanyakan bentuknya mengandung arti: “mumatsalah” (persamaan), misalnya disebutkan: “hadza syaklu hadza”, artinya: ini sama dengan ini.[1]  Sedangkan dalam Lisan al-Arab disebutkan: "Asykala al-amru" artinya: "masalah ini ambigu" (mempunyai lebih dari satu makna sehingga menimbulkan ketidakjelasan dan kekaburan).[2] Hal yang sama disebutkan oleh para pakar bahasa seperti dalam al-Mu'jam al-Wasith,[3] al-Qamus al-Muhith[4] dan lain-lain.

Jadi,al-Musykil dalam bahasa arab bermakna: sesuatu yang ambigu, mempunyai lebih dari satu makna, dan menimbulkan kekaburan atau ketidakjelasan. Kemudian kata musykil digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang tidak jelas, baik karena mempunyai makna ganda ataupun karena sebab lain.[5] Oleh karena itu, istilah Musykil al-hadits juga digunakan untuk menunjukkan hadits yang maknanya tidak jelas, atau menimbulkan multi tafsir.

Berkata Abu Dzar radhiallahu‘anhu Rasulullah SAW. telah bertanya kepada dia  tentang hal tenggelamnya matahari:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَبِي ذَرٍّ حِينَ غَرَبَتْ الشَّمْسُ أَتَدْرِي أَيْنَ تَذْهَبُ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّهَا تَذْهَبُ حَتَّى تَسْجُدَ تَحْتَ الْعَرْشِ فَتَسْتَأْذِنَ فَيُؤْذَنُ لَهَا وَيُوشِكُ أَنْ تَسْجُدَ فَلَا يُقْبَلَ مِنْهَا وَتَسْتَأْذِنَ فَلَا يُؤْذَنَ لَهَا يُقَالُ لَهَا ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ فَتَطْلُعُ مِنْ مَغْرِبِهَا فَذَلِكَ قَوْلُهُ تَعَالَى وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ ( خ ) 3027

 “Dari Abi Zarr, dari Rasuluulah SAW beliau bersabda ketika matahari terbenam: tahukah kamu kemana perginya (matahari) ini? Aku (Abi Zarr) menjawab: Allah dan Rasulnya lebih mengetahui. Beliau berkata: sesungguhnya dia pergi sehingga sujud dibawah ‘Arsy. Ia meminta izin (untuk bersujud) dan izinnya diperkenankan. Lalu ia segera akan bersujud lagi, namun sujudnya tidak diterima. Ia meminta izin namun tidak diperkenankan. Maka dikatakan kepadanya: kembalilah lagi dari mana kamu datang. Maka matahari pun muncul lagi di tempat tenggelamnya. Inilah yang di firmankan allah: dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha perkasa lagi maha mengetahui.” ( HR. al-Bukhori)

Kemusykilan hadis dan Penjelasannya

      Sebagian manusia menakwilkan bahwa hadis ini bahwa matahari hilang dari peredaran pelanet bumi pada saat tertentu, kemudia ia pergi untuk bersujud dibawah arsy. Sehingga mereka mendustakannya dan menganggap cacat dalam periwayatan serta para perowinya. Mereka berkata: bahwa matahari tidak akan berpisah dari pelanet bumi walau sesaat pun. Ia tidak kelihatan oleh sebagian belahan bumi, namun kelihatan pada belahan bumi yang lain. Maka hadis ini tidak sesuai dengan kenyataan dan indera, tidak bisa dibenarkan. 

Agar menjadi jelas, kita harus menafsirkan hadis ini kata perkata secara cermat: Matahari tenggelam,  ia pergi dan berlalu, ia sujud dibawah ‘arsy, ia meminta izin dan diperkenankan, ia berjalan sehingga beredar di bawah ‘Arsy, dan ‘Arsy merupakan peredarannya, dan akhirnya ia muncul ditempat peredarannya.

a.   Matahari Tenggelam                       

      Barangkali tidak ada yang musykil dan dipermasalahkan. Sebab tenggelam (ghurub) sama dengan bersembunyi (al-Ikhifa’). Hal ini terjadi karena perputaran bumi.

b.    Matahari Pergi dan Berlalu

   Sudah tidak musykil dan sudah terkangkap oleh akal manusia, sebab para astronom zaman sekarang mengatakan: matahari berputar pada porosnya dan ia juga berputar disekitar pelanet lain. Contoh: pemerintah Indonesia berjalan untuk mengambil sisi kesempurnaan dan kemajuan dengan penuh semangat. Tapi yang dimaksudkan di sini bukanlah suatu gerakan atau kepemindahan sebagaimana lazimnya.

c.  Matahari Sujud Dibawah Arsy

            Hadis ini akan menjadi musykil bagi orang yang lebih menjalankan akal tanpa iman, sebab bagi orang yang betul-betul beriman hal ini sudah jelas diberitahukan dalam syurah ar-Ra’du ayat 15, al-Hajj: 18, ar-Rahman: 06. 

Yang dimaksud sujud dan tasybih disini tidak seperti yang dilakukan makhluk berakal. Tapi yang dimaksudkan adalah patuh dan tunduk (الخشوع والإنقياد). Penafsiran ini diperkuat dengan firman Allah SWT. “Baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa, dan sujud pula bayan-bayangannya diwaktu pagi dan petang”. (ar-Ra’du:15).

d.    Matahari Meminta Izin

Hal ini sebagai kiasan tentang keta’atan matahari terhadap penciptanya, terbit dan tenggelamnya menurut kehendak rabbnya. Seorang yang patuh tentunya selalu minta izin kepada orang yang dipatuhinya. Seperti firman allah (Fushilat:11).

e.   Matahari Terbit dari Tempat Tenggelamnya

Hal ini akan terjadi bila allah SWT menetapkan saat kehancuran bagi alam. Dia menciptakan sesuatu yang bertolak belakang dari kebiasaan. Ini merupakan tanda datangnya hari kiamat. Pengabaran hadis-hadis shahih tentang matahari akan terbit dari arah tenggelamnya cukup banyak.

Metode Penyelesaian Musykil Matan Hadis

Sebelum langkah-langkah penyelesaian musykil ini dijelaskan, perlu ditegaskan terlebih dahulu bahwa hadis-hadis yang dipandang musykil ini  berkualifikasi maqbul, baik yang berkualitas sahih atau hasan. Kemusykilan yang tampak pada hadis yang tidak maqbul tidak menjadi  bahan kajian ilmu musykil hadis. Apabila terjadi ikhtilaf antara dua hadis, yang satu sahih dan yang satu dha’if, maka hadis yang dha’if tersebut bertolak dengan sendirinya dan tidak perlu dilakukan penyelesaian. Tetapi bila pertentangan antara hadis shahih dan hasan, maka dalam kasus ini  perlu dicari penyelesaianya. Dari permasalahan tersebut ada beberapa ilmu yang mempelajari kemusykilan hadis.

1.   Gharib al-Hadis

Ilmu gharibil hadits, ialah :

عِلْمٌ يُعْرَفُ بِهِ مَعْنَى مَاوَقَعَ فى متون اْلاَحَادِيْثِ مِنَ اْلأَلْفَاظِ الْعَرَبِيَّة عَنْ أَذْهَانِ الَّذِيْنَ بَعْدَ عَهْدِهِمْ بِالْعَرَبِيَّةِ الْخَالِصَةِ

“Ilmu yang menerangkan makna kalimat yang terdapat dalam matan hadits yang sukar diketahui maknanya dan yang kurang terpakai oleh umum”.

Obyek ilmu Gharib al-Hadits adalah kata-kata yang sulit dan sukar dipahami maksud dan tujuannya. Diantara fungsi dibentuknya ilmu ini adalah untuk meminimalisir seseorang yang menafsirkan hadits Nabi hanya berdasarkan dengan dugaan saja dan mentaklidi pendapat seseorang yang tidak kompeten dalam bidang ini. Imam Ahmad pernah ditanya tentang suatu lafadz gharib yang terdapat dalam suatu hadits namun karena beliau merasa tidak mampu, beliau menjawab: ”Tanyalah kepada seseorang yang mempunyai keahlian dalam bidang gharib al-hadits, karena aku tidak suka memperbincangkan hadits Rasul hanya berdasarkan dugaan semata.”

Adapun cara-cara menginterpretasikan ke-gharib-an hadits: (a). Dengan menggunakan sanad yang berbeda dengan sanad yang bermatan gharib tersebut. (b). Melalui penjelasan dari sahabat yang meriwayatkan hadits atau dari sahabat lain yang tidak meriwayatkannya. (c) Penjelasan dari perawi selain sahabat.

 Ilmu Gharib al-Hadits ini ipromotori oleh Abu ’Ubaidah Ma’mar bin Mutsanna at-Taimy al-Bashry (W 210)  dan Abu al-Hasan an-Nadr bin Syamil al-Mazini (240)Dan dibahas dalam kitab-kitab antara lainGharib al-Hadits karya Ubaid al-Qasim bin Salam (157-224 H)Al-Faiqu fi Gharib al-Hadits karya Abu al-Qasim jarullah Mahmud bin Umar az-Zamakhsyary ( 468-538 H)An-Nihayah fi Gharib al-Hadits wal-Atsar karya Imam Majduddin Abi Sa’adat al-Mubarak bin Muhammad (544-606 H)dan Abu Hafs Umar bin Muhammad bin Raja’i al-Ukhbury (380-458 H).

Contoh hadits yang diinterpretasikan dengan menggunakan sanad lain

1289 – حدثنا عبدان أخبرنا عبد الله عن يونس عن الزهري قال أخبرني سالم بن عبد الله أن ابن عمر رضي الله عنهما أخبره  : أن عمر انطلق مع النبي صلى الله عليه و سلم في رهط قبل ابن صياد حتى وجدوه يلعب مع الصبيان عند أطم بني مغالة وقد قارب ابن الصياد الحلم فلم يشعر حتى ضرب النبي صلى الله عليه و سلم بيده ثم قال لابن الصياد ( تشهد أني رسول الله ) . فنظر إليه ابن صياد فقال أشهد أنك رسول الأميين . فقال ابن صياد للنبي صلى الله عليه و سلم أتشهد أني رسول الله ؟ فرفضه وقال ( آمنت بالله وبرسله ) . فقال له ( ماذا ترى ) . قال ابن صياد يأتيني صادق وكاذب . فقال النبي صلى الله عليه و سلم ( خلط عليك الأمر ) . ثم قال له النبي صلى الله عليه و سلم ( إني قد خبأت لك خبيئا ) . فقال ابن صياد هو الدخ . فقال ( اخسأ فلن تعدو قدرك ) . فقال عمر رضي الله عنه دعني يا رسول الله أضرب عنقه . فقال النبي صلى الله عليه و سلم ( إن يكنه فلن تسلط عليه وإن لم يكنه فلا خير لك في قتله )[6] ]

”......Nabi Muhammad SAW bersabda: Saya menyimpan sesuatu untukmu, apa itu? Sahut Ibnu Shoyyad:”asap”. Salah ! jawab Nabi. Kamu tidak akan lepas secepat perkiraanmu.....”

Kata ” الدخ ” dalam hadits tersebut adalah kata gharib. Menurut al-Jauhari kata ” الدخ ” berarti asap (secara etimologi), namun menurut pendapat lain berarti tumbuh-tumbuhan, bahkan ada yang mengatakan juga berarti jima’. Untuk mendapatkan interpretasi yang tepat, tentu dengan menggunakan sanad lain selain melalui jalur di atas. Disebutkan dalam pentakhrijan Abu Dawud an at-Turmudzi yang mendapat dari az-Zuhri, Salim dan Ibnu Umar menjelaskan keghariban kata tersebut. Ibnu Umar menyatakan yang artinya: ”Suatu ketika Nabi menyembunyikan untuk Ibnu Shoyyad: Tunggulah sampai langit mendatangkan asapnya yang nyata”. Lalu Ibnu Shoyyad mendapatkan suatu  alat yang biasa dipakai tukang tenung untuk mencapai sesuatu dalam perantaraan setan-setan dan tanpa berpikir panjang lagi ia menjawab ”asap”.[7] Dengan melalui hadits Abu Dawud dan Tirmidzi tersebut maka kata ” الدخ ” dapat diketahui artinya yaitu asap.

    2.    As-Babul Wurud

Asbab wurud al-hadits merupakan susunan idafah, yang terdiri dari tiga unsur kata, yaitu asbab, wurud dan al-hadisAsbab adalah bentuk jam‘(fulral) dari sabab, yang berarti dengan al-habl (tali), saluran yang artinya dijelaskan sebagai segala yang menghubungakan satu benda dengan benda lainnya sedangakan menurut istilah adalah:

 كل شيء يتوصل به الى غا يته  

“Segala sesuatu yang mengantarkan pada tujuan”.

 Ada juga yang mendifinisikan dengan: suatu jalan menuju terbentuknya suatu hukum tanpa ada pengaruh apapun dalam hukum itu. Sedangkan kata wurud bisa berarti sampai, muncul dan mengalir seperti:

الماء الذي يورد

“Air yang memancar atau air yang mengalir”

Dengan demikian, secara sederhana asbab al-wurud dapat diartikan sebagai sebab-sebab datangnya sesuatu. Karena istilah tersebut biasa dipakai dalam diskursus ilmu hadis, maka asbab al-wurud dapat diartikan sebagai sebab-sebab atau latar belakang (background) munculnya suatu hadis.[8]

Jika dilihat secara kritis, sebenarnya difinisi yang dikemukakan As-Suyuthi lebih mengacu kepada fungsi asbabul wurud al-Hadis, yakni untuk menentukan takhsis (pengkhususan) dari yang ‘am (umum), membatasi yang mutlaq, serta untuk menentukan ada tidaknya naskh mansukh dalam Hadis dan lain sebagainya.

Dengan demikian, nampaknya kurang tepat jika definisi itu dimaksudkan untuk merumuskan pengertian asbabul wurud. Menurut Said Agil Husin Munawwar untuk merumuskan pengertian asbabul wurud, kita perlu mengacu kepada pendapat Hasbi Ash-Shiddiqie. Beliau mendefinisikan asbabul wurud sebagai berikut :


علم يعرف به السبب الذي ورد لأجله الحديث والزمان الذي جاء به  

“Ilmu yang menerangkan sebab-sebab Nabi SAW. Menuturkan sabdanya dan masa-masa Nabi SAW. menuturkannya”.

Sementara itu, ada pula ulama’ yang memberikan definisi asbabul wurud, agak mirip dengan pengertian asbabun-nuzul, yaitu:

ما ورد الحديث أيام وقوعه

“Sesuatu (baik berupa peristiwa-peristiwa atau pertanyaan-pertanyaan) yang terjadi pada waktu Hadis itu disampaikan oleh nabi SAW.”

Urgensi asbabul wurud mempunyai peranan yang sangat penting dalam memahami suatu hadits agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam mengartikan maksud dari suatu hadits serta berfungsi untuk menolong menafsirkan suatu hadits kepada orang-orang awam yang belum memiliki banyak pengetahuan mengenai ilmu asbabul wurud  ini. Dalam arti Menjelaskan maksud suatu hadits yang masih musykil (sulit dipahami).[9]

Sebagai contoh adalah hadis:

“Air itu hanya dari air”.

Hadis tersebut secara sekilas sulit dipahami. Akan tetapi setelah melihat asbab wurud-nya yang berupa pertanyaan ‘Utbah kepada Rasulullah tentang seorang laki-laki yang menyetubuhi istrinya dan tidak mengeluarkan sperma. Maka dapat dipahami bahwa hadis tersebut tetap mewajibkan bagi laki-laki itu untuk mandi, jika melakukan hubungan suami istri meskipun tidak mengeluarkan sperma.

3.    Jawami’ al-Kalim

Jami'ul kalim merupakan bentuk plural dari jami’ yang berarti sekumpulan adalah ungkapan yang singkat, namun padat makna. Berikut Hadits yang menunjukkan kemampuan Nabi mengemukakan Jami'ul kalim:

بعثت بجوامع الكلام) رواه البخارى ومسلم وغيرها عن أبى هريرة)

Saya diutus (oleh Allah) dengan (kemampuan untuk menyatakan) ungkapan-ungkapan yang singkat, namun padat makna".(HR. al-Bukhori, Muslim dan lain-lain, dari Abu Hurairah)

Berdasarkan pernyataan Nabi tersebut maka tidaklah mengherankan bila banyak di jumpai matan Hadits Nabi yang berbentuk Jami' al-kalim. hal itu merupakan salah satu keutamaan yang dimiliki oleh sabda-sabda Nabi. Berikut ini dikemukakan beberapa macam matan Hadits yang berbentuk Jawami' al-kalim tersebut. Seperti dalam sabda:

)الحرب خدعة) رواه البخارى ومسلم وغيرها عن جابر بن عبد الله

"Perang adalah siasat", (Hadits riwayat al-Bukhori, Muslim, dan dari lainya, dari shahabat Jabir bin Abdillah)

Sebelum melakukan kritik matan hadis tersebut, penulis meneliti berbagai redaksi hadis yang senada dengan hadis di atas. Dari hasil penelusuran penulis dengan menggunakan program mausu’ah, penulis menemukan redaksi hadis yang senada dengan hadis di atas terdapat dalam kitab sahahih Bukhari, shahih Muslim, sunan Turmudzi, dan sunan Ahmad. Namun pada makalah ini hadis yang dijadikan objek utama dalam kritik matan adalah hadis riwayat Imam Bukhari no 2804 dalam bab al harbu khad’atun pada kitab al jihad wa al siyar yang berbunyi:

حدّثنا أبو بكر بور بن أصرام أخبرنا عبد الله أخبرنا معمر عن همام بن منبه عن أبى هريرة رضي الله عنه قال سمّى رسول الله صلى الله عليه وسلّم الحَرْبَ خَدْعَةً

“Telah bercerita kepada kami Abu Bakar Buur bin Ashrom telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mengistilahkan perang adalah tipu daya.”

Hadis yang senada dengan hadis di atas juga ditemukan dalam kitab shahih Bukhari:

حَدَّثَنَاعَبْدُاللَّهِبْنُمُحَمَّدٍحَدَّثَنَاعَبْدُالرَّزَّاقِأَخْبَرَنَامَعْمَرٌعَنْهَمَّامٍعَنْأَبِيهُرَيْرَةَرَضِيَاللَّهُعَنْهُعَنْالنَّبِيِّصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَقَالَهَلَكَكِسْرَىثُمَّلَايَكُونُكِسْرَىبَعْدَهُوَقَيْصَرٌلَيَهْلِكَنَّثُمَّلَايَكُونُقَيْصَرٌبَعْدَهُوَلَتُقْسَمَنَّكُنُوزُهَافِيسَبِيلِاللَّهِوَسَمَّىالْحَرْبَخَدْعَةً  (2803, 3027)

“Telah bercerita kepada kami 'Abdullah bin Muhammad telah bercerita kepada kami 'Abdur Rozzaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Hammam dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Kisro (Raja Persia) akan hancur dan tidak akan ada lagi Kisro setelah itu. Sedangkan Qoishor (Raja Romawi) pasti akan hancur dan tidak ada lagi Qoishor setelah itu. Dan sungguh kalian akan mambagi-bagikan perbendaharaan kekayaan mereka di jalan Allah". Dan Beliau mengistilahkan perang adalah tipu daya.

حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرٍو سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحَرْبُ خَدْعَةٌ (2805)

Pada kitab shahih Muslim:

و حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ السَّعْدِيُّ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَاللَّفْظُ لِعَلِيٍّ وَزُهَيْرٍ قَالَ عَلِيٌّ أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ سَمِعَ عَمْرٌو جَابِرًا يَقُولُا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحَرْبُ خَدْعَةٌ

Kesimpulan

Dari berbagai pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwasannya dari berbagai macam keadaan hadist yang mana notabenenya sebagai sumber Islam yang kedua setelah al-Quran masih dibutuhkan berbgai literature keilmuan dalam memahaminya. Dan dalam perjalanannya dikemudian hari sudah barang tentu akan terus mengalami proses perkembangan dalam memahai sebuah teks hadist. Hal ini dapat terjadi karena selama ini dalam ruang lingkup proses pemahaman hadist juga sudah mengalami perkembangan dari zaman ketika Islam belum mengenal teori hermeneutic sampai pada saat sekarang ini teori tersebut mulai dikembangkan dalam dunia pemahaman sumber Islam. Dan juga tidak kalah pentingnya bahwa dalam memahami hadist juga masih harus mempertimbangkan dari teori-teori ulama terdahulu agar kompromi keilmuan ulama dahulu dan sekarang masih tetap terjallin dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

al-Kattani, Muhammad bin Ja'far. 1986.  al-Risalah al-Mustathrafah, cet. 4. Beirut: Dar al-Basyair al-Islamiyah.

Al-Thohawi, Bayan Musykil al-Atsar, jilid: 1.

al-Itthr ,Nuruddin. 1997. Manhaj al-Naqd fi Ulum al-Hadits, cet.3. Damaskus: Dar al-Fikr.

al-Khatib, Muhammad Ajjaj.1989. Ulum al-Hadits, Ushuluh wa Musthalahuh, cet. 1. Beirut: Dar al-Fikr

al-Bayanuni, Fathuddin. Musykil al-Hadits, Isykaliyah al-Mustholah wa Tarikh al-Nasy'ah, Journal of Islam in Asia, International Islamic University Malaysia, Vol. 2, Juli 2005.

Hashim, Ahmad Umar. 1998. Qowaid Ushul al-Hadits, cet 2. Beirut: Alam al-Kutub.

Muhammad Abu Syuhbah, tn.t. al Wasith fi ‘Ulum wa Mushthalah al  Hadis, Dar al Fikr: Beirut, t.t..

Munawwar, Said Agil Husin dan Abdul Mustaqim, 2001. Asbab al Wurud Studi Kritis Hadits Nabi Pendekatan Sosio-Historis-Kontekstual, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Munzier Suparta&Utang Ranuwijaya.1996. Ilmu Hadits.Jakarta:PT. Raja Gafindo Persada.

Syakir, Ahmad. Syarh Alfiyah al-Suyuthi (Beirut: Dar al-Ma'rifah).

Zakariya, Ahmad bin Harits Bin. 2002.Mu'jam Maqayis al-LughahBeirut: Ittihad al-Kuttab al-'Arab.

http://tommy-elhasby.blogspot.com/p/makalah.html



 [1]Ahmad bin Harits bin Zakariya, Mu'jam Maqayis al-Lughah, (Beirut: Ittihad al-Kuttab al-'Arab, 2002), jilid:   3, h: 203-204.

 [2]Muhammad bin Mukrim bin Manzhur al-Ifriqi, Lisan al-Arab, (Beirut: Dar al-Sadir, Cet.1) jilid: 11, h.: 135. 

 [3]Ibrahim Anis dkk, Mu'jam al-Wasith, (Dar al-Dakwah, Cet.1) jilid: 1, h: 491.

[4]Al-Faizurabadi, al-Qamus al-Muhith, jilid: 2, h: 134.

[5]Abdullah bin Muslim al-Dinauri, Ta'wil Musykil al-Qur'an, h. 74-78.

[6] Shahih Bukhari, juz 1, h. 454.

 [7] في القصة المتفق عليها لابن صائد بمهملتين بينهما ألف ثم مثناة أبي عمارة عبد الله الذي يقال له ابن صياد أيضا وكان يقال إنه الدجال فالبخاري أخرجها من حديث هشام بن يوسف ومسلم من حديث عبد الرزاق كلاهما عن معمر عن الزهري عن سالم عن ابن عمر أنه صلى الله عليه و سلم لما قال له خبات لك خبيثا قال ابن صائد هو الدخ كذاك وأي كونه الدخان ثبت عند الترمذي في جامعه وقال إنه صحيح وكذا عند أبي داود كلاهما من حديث عبد الرزاق  وأخرجه أحمد عنه أيضا واتفق الثلاثة على قولهم وخبأ له يعني النبي صلى الله عليه و سلم ( يوم تأتي السماء بدخان مبين ) بل في رواية أخرى عند أحمد والبزار من حديث أبي ذر فأراد ابن صائد أن يقو الدخان فلم يستطع فقال الدخ الدخ وذلك كما قال ابن الصلاح على عادة الكهان في اختلاف بعض الشيء من الشياطين من غير وقوف على تمام البيان

[8] Said Agil Husin Munawwar dan Abdul Mustaqin, Asbabul Wurud Study Kritis Hadits Nabi Pendekatan Sosio/Histories/Kontekstual, (Yogyakarta: PT. Pustaka Pelajar, 2001) h. 7.

[9] Said Agil Husin Munawwar dan Abdul Mustaqim,  Asbabul Wurud Studi Kritis Hadis Nabi Pendekatan Sosio-Historis-Konteksrual , (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011), h. 13.

 

 

BRAIN GYM DAPAT MEM-BOOSTER DAYA INGAT



Brain gym atau disebut dengan senam otak ini dapat me-refresh pikiran, lho. Sajian gerakan-gerakannya yang nyeleneh dan bikin happy. Selain itu, bermanfaat untuk mengaktifkan kembali hubungan saraf antara tubuh dan otak, sehingga memudahkan aliran energi elektromagnetik ke seluruh tubuh. Gerakan ini menunjang perubahan elektrik dan kimiawi yang berlangsung pada semua kejadian mental dan fisik. Sederhananya, senam otak ini merupakan bagian dari proses edukasi kinesiologi (gerakan tubuh dan hubungan antara otot dan postur terhadap fungsi otak), atau senam yang dapat menjaga keseimbangan kinerja antara otak kanan dan otak kiri supaya tetap optimal, yakni dengannya memberikan stimulus perbaikan pada serat-serat di corpus collasum yang menyediakan banyak hubungan saraf dua arah antara area kortikal kedua hemisfer otak, termasuk hypokampus dan amygdala. Peranan hypokampus dalam konsolidasi sebagai sistem referensi silang yang mengaitkan aspek memori tertentu yang disimpan dibagian otak yang terpisah sehingga dapat meningkatkan kandungan asam nukleat dalam perubahan memori neuron. Lalu, titik temu antara neuron yang satu dengan yang lainnya disebut dengan sinapsis. Dan pada sinapsis inilah dilakukan pengolahan informasi atau data yang diterima hingga proses menyimpanan informasi dalam memori, yang sering kita sebut dengan daya ingat. Adapun perbaikan fungsi sinapsis dapat mempengaruhi kinerja korteks serebri yang terlibat dalam proses informasi baru sebagai jalan menuju korteks untuk penyimpanan memori secara permanen.
Wow, kren buanget iyah.
            Mantul dech !
Oke, kita sudah mengetahui, bahwa otak mengontrol semua fungsi tubuh, senam otak memanfaatkan dan membentuk relasi diantara otak dan tubuh, Dengan melakukan gerakan-gerakan untuk mengakses otak ternyata kita dapat mengintegrasikan semua area yang berhubungan dalam proses belajar sehingga kita dapat meningkatkan kemampuan untuk memaksimalkan kedua belah hemisfer dan memperbaiki penampilan. Senam otak membantu mengintegrasikan: (1) Batang otak/ brain stem (fungsi pernapasan, homeostasis dan tendon guard reflex), (2) Otak tengah/mid brain (sistem limbik, kontrol suhu, memori, emosi, kelenjar dan kimia tubuh serta fight/flight response), (3) Neo cortex (kemampuan berpikir yang tertinggi, komunikasi, hemisfer kiri dan kanan).
Nah, agar kedua hemisfer bisa bekerja efektif maka kedua belah hemisfer tersebut harus difungsikan secara simultan. Ketika kita berada dalam keadaan stres, otak bereaksi dengan menghambat transmisi informasi yang bersifat simultan. Salah satu hemisfer akan switched off, dari sinilah berbagai problem akan timbul. Yakni akan terjadi masalah dalam koordinasi dan gangguan terhadap kemampuan untuk berpikir jernih, memecahkan masalah, kemampuan komprehensi, organisasi dan komunikasi secara efektif. Dalam hal ini senam otak dapat mengakses kedua hemisfer secara simultan, hemisfer akan kembali switched on dan berada dalam kondisi terintegrasi.
Sebagaimana yang kita ketahui pula, manusia mempunyai tingkatan dominansi hemisfer. Pada keadaan tertentu seperti stres atau tahap awal dari proses belajar kita cenderung memakai hemisfer yang dominan, suatu keadaan yang disebut unilateral state. Jika kedua belah hemisfer dapat berfungsi optimal secara bersamaan maka kita akan mencapai kemampuan berpikir dan kreativitas yang tertinggi. Suatu keadaan yang disebut integrated state. Seperti telah disebutkan di atas salah satu cara untuk meningkatkan integrasi hemisfer adalah dengan gerakan-gerakan fisik, salah satunya adalah senam otak.
Sebagai contoh nih, dalam keadaan stres, batang otak adalah fokus aktifitas otak dan berfungsi untuk survival (tendon guard reflex) bila kita menghadapi bahaya. Refleks ini bisa terkunci/terhambat oleh lingkungan dan stres emosi seperti tekanan pekerjaan, ujian serta menghambat akses ke memori (sistem limbik) dan kemampuan berpikir (neo-cortex). Senam otak dapat memperbaiki kemampuan semua area otak dengan cara mengaktivasi semua fungsi.
Ohya, senam ini cocok loh buat yang bergelut dengan hafal-menghafal, seperti menghafal Qur’an, atau lainnya. ‘Cause melatih konsentrasi, dan meningkatkan daya ingat.


“Celoteh yang berasas”
Refrence celotehan:
Dennison PE, Dennison GE. 1985.Personalized whole brain integration. Edu-Kinesthetics, Inc.
______________________.2008. Brain gym, Senam Otak. Jakarta: Grasindo.
Hannaford C. 1997. The dominance factor, how knowing your dominant eye, ear, brain, hand & foot can improve your learning. Arlington: Great Ocean Publishers.
Kusumoputro S, Sidiarto L, Markam S. 1986. Perkembangan fungsi kortikal luhur dalam klinik kedokteran. Jakarta: Neurologi FKUI/RSCM.

Tuesday, January 14, 2020

Dahsyatnya Pikiran Bawah Sadar Dalam Self-Healing


Pikiran bawah sadar atau subconscious mind merupakan part yang cukup penting dalam proses pemahaman hipnosis yaitu pikiran bawah sadar pada otak.  Luar biasanya, ketika berada dalam kondisi tersebut, kita dengan mudah menerima informasi atau saran-saran dari orang lain. Dapat diartikan sebagai sebuah kondisi relaks, fokus, atau konsentrasi, yang menjadi ciri khas dari kondisi tersebut adalah sensor-sensor pancaindra menjadi jauh lebih aktif atau responsive terhadap setiap kejadian.
State pikiran bawah sadar isinya banyak dipengaruhi oleh pengalaman, lingkungan, dan hasil belajar. Tidak dipengaruhi oleh bangsa, latar belakang budaya ataupun sejarah, namun ia menyerap dan mengerti realitas berdasarkan pengalaman nyata atau apa adanya.
Pikiran bawah sadar ini, berfungsi menyimpan setiap detail informasi dalam hidup kita, juga menyimpan ingatan secara permanen. Sehingga pengalaman masa silam, baik yang postif maupun negatif bakal membekas dan tersimpan di memori bawah sadar. Dan seandainya kita mampu mengakses bagian tersebut, maka kita dapat memanfaatan kekayaan pikiran bawah sadar dalam berbagai kebutuhan dan tujuan, tidak terkecuali tujuan pendidikan dan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Yakni memanfaatkan percikan keajaiban pikiran bawah sadar yang kaya akan motivasi, kreatifitas dan emosi.
Terkait dengan hal di atas, teman-teman pastinya dong sudah mendengar pengobatan psikis dengan mengaktifkan alam bawah sadar dan dilakukan dengan sugesti-sugesti atau lainnya. Istilah brandnya hipnoterapis, di mana seorang klien memberikan izin kepada penghipnoterapi untuk masuk ke alam bawah sadarnya, no blocking mental. Kenapa demikian? Iya, salah satu syarat proses terapi adalah ‘mengizinkan’ supaya proses healing dapat berlangsung. Jangan lupa lakukan healing karena setiap diri manusia butuh di-refresh bahkan dire-install supaya virus yang baru ataupun yang lama tersimpan dapat diminimalisir..
Lebih jelasnya, yuk kita ulas pada pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.
Stay tune yach!?
Jangan kemana-mana!
Lanjut baca !
Baca lagi !
Lanjut lagi ampe habis supaya pahamnya nggak setengah-tengah.
Cekkcekcekidot !!!!
Bagaimana caranya agar pikiran bawah sadar kita dapat berfokus sama apa yang ingin dicapai tanpa menghilangkan pikiran sadar kita?
Sebenarnya ada beberapa poin yang perlu diluruskan. Pikiran sadar tidak bisa dihilangkan, kecuali mengalami gangguan kejiwaan, atau mabuk. Jika sesuatu sudah masuk ke dalam pikiran bawah sadar maka secara otomatis itu akan menjadi fokus seseorang.
Contoh:
Seorang ibu selalu bercerita kepada anaknya tentang jasa seorang guru yang  sangat besar. Ia lakukan itu setiap ada kesempatan untuk bercerita. Lama-kelamaan hal ini masuk ke dalam pikiran bawah sadar si anak, dan membuat anaknya ingin menjadi guru. Hal ini bisa menjadi fokus anaknya dalan kehidupan sehari-hari. Bisa jadi dia senang belajar, dia senang mengajar bahkan tanpa dibayar, dan mungkin mengambil jurusan kuliah keguruan. Pertanyaannya, kalau mau lebih  fokus, bagaimana? Masukkan info-info yang penting berkaitan dengan tujuan yang ingin kita capai. Berkaitan dengan apa untungnya jika mencapai tujuan tersebut, dan apa kerugian yang akan kita dapat jika tidak mencapai tujuan tersebut. Dengan begini pikiran bawah sadar kita akan lebih fokus pada tujuan kita. 
Apakah pikiran bawah sadar dapat dikendalikan dan bagaimana cara mengendalikannya? Dari contoh yang sudah diberikan di atas, apakah pikiran bawah sadar dapat diubah total? Karena dari pengertianya saja "kumpulan dari pengalaman, pemahaman dan sebagainya"
Bisa ! caranya dengan menguasai kesadaran penuh, self awareness,. Biar lebih paham bisa baca buku 7 Awareness (Ust Naqoy), Search Inside Yourself (Chade Mangatan). Maaf tidak akan cukup jika dijelaskan disini, tapi akan dikupas tuntas di workshop hipnosis.
Lalu, bisakah diubah total?
Bisa ! tergantung seberapa besar pengaruhnya. Contoh; Ada seorang laki-laki yang tidak menyukai pedas. Ia terbiasa untuk tidak makan pedas saat makan sehari-hari (tidak suka pedas-subconsious). Suatu hari dia mencintai seorang wanita yang ia dikejar selama ini. Waktu itu dia berkesempatan untuk makan bersama wanita tersebut di warung ‘Special Sambal’. Kenangan itu sangat manis, ia berbincang dengan wanita itu dan tertawa lepas. Sambil menikmati makanan yang disediakan (proses mempengaruhi pikiran bawah sadar). Dikemudian hari,  laki-laki itu sudah menyukai sambal. Karena sambal mengingatkannya pada wanita tersebut. Ohya, teori psikologi yang membahas ini adalah operant conditioning psikologi behavioristik. Mungkin nanti bisa dibaca yah, untuk lebih detailnya.
Bagaimana melakukan self-healing?
Banyak orang yang berfikir bahwa self-healing perlu menggunakan teknik khusus. Sebenarnya tidak sepenuhnya benar, karena self-healing ini sudah biasa kita lakukan sehari-hari baik secara sadar maupun tidak sadar. Self-healing merupakan bentuk pengobatan pribadi seperti mengatasi rasa gugup, rasa takut, rasa marah, rasa sedih, rasa cemburu dan perasaan tidak nyaman lainnya. Dalam bahasa psikologi istilah ini biasa disebut dengan "coping" stress. Karena itu, setiap orang punya cara masing-masing untuk mengatasi stressnya. Contoh; saat seorang perempuan marah atau sedih kepada pasangannya,  tidak sedikit dari mereka yang mencoba melakukan self-healing dengan cara bercerita.  Dengan begitu tingkat stressnya berkurang dan lain-lain. Memang ada beberapa kasus dimana stress/masalah memerlukan bantuan orang lain, baik psikolog, konselor, hipnoterapis dan lainnya. Biasanya hal ini terjadi karena stress yang sangat berlebih,  yang membuatnya tidak berdaya lagi menghadapi masalah tersebut (learning helplesness).
Kalau kita lagi numb atau mati rasa, kayak bingung, resah, sedih, marah, kecewa, bingung, hilang arah, tidak termotivasi, males, mager, lemes, bete, pokoknya bercampur aduk dach, kita harus gimana biar semangat lagi?. 
Recharge!
Ambil liburan, be happy nikmati hidup. Handphone tidak bisa kita pakai terus menerus tanpa kita cas. Begitu juga manusia, perlu dicas. Biar tidak burn out.
Bagaimana subconsious bekerja pada otak?
Sebenarnya seperti ini guys.
Temen-temen akan lebih mudah memahami lewat perumpamaan “sistem komputer”. Pada saat manusia dilahirkan hanya ada satu pikiran yang  aktif yaitu pikiran bawah sadar. Bahkan jauh sebagian ahli berpendapat bahwa pikiran bawah sadar sudah ada sejak 3 bulan bayi dalam kandungan. Manusia yang baru lahir, terbentuk tidak memiliki informasi apa-apa. Belum mendengar, melihat, dan bahkan merasakan apa-apa. Sederhananya ini diibaratkan seperti komputer baru yang masih kosong belum di-install aplikasi apa-apa. Maka setiap informasi yang masuk, akan masuk ke dalam pikiran bawah sadar dan mempengaruhinya di masa yang akan datang. Pernah dengar, nggak? Ada anak yang umur 4 tahun sudah bisa menghafal al-Quran atau melihat anak yang masih dini sudah mahir mengucapkan kata-kata mesra. Itu tidak lain dan tidak bukan adalah lingkungan yang membentuknya. Anak-anak yang cepat dalam menghafal al-Quran, atau anak-anak yang terkontaminasi dunia orang-orang dewasa merupakan pembentukan pikiran bawah sadar oleh lingkungan disekitarnya. Yang menarik, usia 0-13  tahun/pra balig hanya memiliki pikiran bawah sadar yang mudah dipengaruhi. Artinya pikiran bawah sadar mereka akan ter-install, melalui ingatan atau memory yang pernah mereka dapatkan yang akan menjadi sikap, sudut pandang, dan kepribadian mereka. Pasti, sudah nonton video anak-anak yang bertindak dewasa sebelum masanya, semisal berkata mesra atau lainnya, udah ‘kan? video inside out, artinya cara pandang mereka terhadap sesuatu akan berbeda tergantung pengalaman mereka. Wajar jika  tokoh psikologi dari aliran psikoanalisa, lebih berfokus pada tahap perkembangan psikoseksual, karena memori-memori masa lalu itu berbekas dan akan menjadi core memory yang membentuk kepribadian kita. Terlebih hal ini akan diperkuat dengan pengulangan yang terjadi  selama tahap kehidupannya.
Contoh: 
Seorang balita terbiasa mendengar orang tuanya berteriak-teriak (terekam dimemori). Saat usia 5 tahun dia melihat ibunya dipukuli ayahnya. Begitu juga di tahun-tahun selanjutnya bahkan dia melihat kakanya berkelahi, cekcok tetangganya dan banyak lagi lainnya. Ditambah pula melihat unsur-unsur kekerasan pada film dan games di Internet. Setiap fenomena akan membuat jembatan baru yaitu jembatan kekerasan. Silahlan cek orang-orang disekitar kita yang sikapnya kasar selama ini, tanya apa yang terjadi padanya? Pernahkah dia merasakan kekerasan? Atau pristiwa lainnya. Maka dari itu banyak tehnik terapi dalam dunia psikologi, seperti katarsis, innerchild within, dan  past life regression. Metode tersebut sangat efektif digunakan, meski ada tehnik yang perlu diajarkan secara detail di workshop hipnoterapi, sebab membutuhkan media dan bimbingan langsung.


DARAH - DARAH WANITA

YANG TINGGAL DI ANTARA KITA

  YANG TINGGAL DI ANTARA KITA Zizi Althofunnisa   Cinta itu datang diam-diam, lalu menetap tanpa izin di mataku, di cara aku men...