Halau Badai Sang Peri Zizi
Zizi Althofunnisa
Kerasnya kehidupan laksana pahat
Mengubah manusia
Lembut menjadi kasar
Ramah menjadi angkuh
Tabah menjadi putus asa
Kasih sayang yang diagungkan setiap
hari
Jam bahkan detik sangat kilat
Lenyap bertukar nafsu untuk
menghalau semua
Kelembutan yang selalu menghiasi
wajah manis
Kini terhalang cemo’ohan dari wajah
sinis
Kerasnya kehidupan, menutup mata
hati
Merencah jurang kasih, melupakan
aliran darah yang mengalir
Ingin ku sadari
Dalam kerasnya kehidupan
Nurani itu tetap ada
Mengalirkan kesejukan dalam setiap
jiwa
Walau tinggal setetes belaka!
No comments:
Post a Comment