Tulisanku bagus nggak iya? Ini cocok nggak? Itu pas nggak? Bla-bla-bla
Stop, Ngedumel!
Tulis aja dulu, dengan menulis terlebih dahulu, maka akan
tahu titik lemahmu, lalu berupaya untuk melakukan inovasi. Namun, tidak lain
bahwa inovasi tersebut harus dengan adanya pengetahuan tentang jenis tulisan
yang bakal ditulis. Ingin menulis esai, maka mulailah menekuninya.
Langsung saja, esai
merupakan karya prosa dari sudut pandang penulis yang dilengkapi dengan data
dan fakta dalam struktur isi tulisannya. Dengan begitu, esai tidak hanya
menjadi tulisan fiktif atau imajinasi dari sang penulis saja.
Oya, dalam setiap
jenis tulisan pasti ada ciri khususnya. Adapun ciri-ciri esai sebagai berikut:
Berupa Karangan Pendek (Prosa dibalut Sastra dengan Data dan Fakta)
Esai ditulis dengan jumlah kalimat yang pendek. Hal ini karena esai
terdiri atas sebuah kajian singkat yang padat dan jelas sehingga mudah dipahami
oleh khalayak umum, biasax panjang tulisan antara 500-700 kata.
Memiliki Gaya Bahasa yang Khas
Kenapa?, karena ia dipengaruhi sudut
pandang penulisnya. Gaya penulisan masing-masing penulis esai akan berbeda dan
membawa ciri khasnya.
Dengan struktur tulisan:
(1) Pendahuluan, (2) Isi (Pembahasan: solusi, ide dan gagasan yang dimunculkan),
(3) Penutup
Selain itu, esai juga memiliki
jenis-jenis tertentu sehingga memberikan penulisnya bebas berkreasi dengan
sudut pandang yang sesuai.
Jenis Esai Berdasarkan Tujuan
Penulisan
Esai Cerita
Esai cerita merupakan esai yang
bertujuan untuk melukiskan, atau menghadirkan baik barang, seseorang, maupun
sesuatu lainnya agar mampu dibayangkan oleh pembaca. Esai ini bertujuan agar
pembaca seolah-olah melihat bentuk, mendengar suara, mengecap rasa, maupun
mencium bau dari suatu barang, atau seseorang, atau sesuatu lainnya yang
dihadirkan dalam isi esai. Esai cerita bertujuan untuk memberikan kesan utama
yang ingin disampaikan penulis terhadap suatu benda maupun seseorang atau
sesuatu lain kepada pembaca.
Esai Paparan
Esai ini bertujuan untuk menjelaskan
atau memaparkan lebih rinci suatu hal kepada pembaca. Tujuan utama esai ini
untuk mengedukasi maupun memberikan informasi kepada pembaca.
Esai Argumentatif
Esai jenis ini, bertujuan untuk
meyakinkan pembaca untuk menerima ide, pandangan, sikap, maupun kepercayaan
penulis terhadap suatu isu atau permasalahan. Esai Argumentatif akan berusaha
mengungkapkan kebenaran dari suatu ide dengan motif agar nantinya pembaca pada
akhirnya akan berpihak pada penulis dan berbuat sesuatu berdasarkan opini yang
terdapat dalam esai tersebut.
Esai Lukisan
Esai lukisan merupakan karangan yang
isinya menggambarkan sesuatu dengan tujuan untuk membantu pembaca memahami hal
yang ingin disampaikan.
Esai Ajakan
Esai ajakan hampir mirip tujuannya
dengan esai argumentatif, hanya saja esai jenis ini mempunyai tujuan lebih
spesifik yakni mengajak pembaca untuk mengikuti penulis dalam melakukan suatu
atau sebaliknya mengajak pembaca untuk menghentikan melakukan suatu hal.
Jenis Esai Berdasarkan Keragamaan
Permasalahan yang Muncul
Deskriptif
Esai deskriptif merupakan esai yang
mendeskripsikan seseorang atau benda. Permasalahan atau hal yang diangkat pada
esai ini adalah sebuah benda, seperti rumah, alat elektronik, hewan, maupun
sesorang.
Tajuk
Tajuk merupakan jenis esai yang
dimuat di dalam surat kabar yang menjadi tempat untuk menyalurkan pendapat
masyarakat guna menyatakan pandangannya terhadap suatu peristiwa yang sedang
berkembang di lingkungan masyarakat tersebut. Esai jenis ini mengangkat isu isu
yang sedang hangat diperbincangkan di masyarakat seperti gejolak politik,
keadaan perekonomian saat ini dan lain sebagainya. Tajuk tidak hanya memuat isu
isu berat, namun apa saja yang sedang menjadi tren saat ini di masyarakat juga
dapat menjadi pokok bahasan dalam tajuk, misal model fashion terkini, bahkan
hingga fenomena “Om Telolet, Om” yang marak diperbincangkan akhir akhir ini.
Cukilan Watak
Esai jenis ini, memungkinkan seorang
penulis untuk menyisipkan cukilan (cuplikan) dari watak seseorang terhadap isu
terkait kepada pembaca. Esai ini tidak menjabarkan secara lengkap biografi
seorang tokoh, melainkan hanya mengungkapkan sepenggal watak atau sifat yang
dimiliki seorang tokoh yang terkait dalam isu atau cerita yang diangkat dalam
esai tersebut.
Pribadi
Esai pribadi hampir mirip dengan
esai cukilan watak. Hanya saja yang membedakan esai jenis ini dengan esai
cukilan watak ialah watak atau sifat yang dihadirkan dalam esai merupakan
sepenggal watak atau sifat dari penulis itu sendiri. Pada esai pribadi, penulis
secara frontal mengungkapkan pendapatnya terhadap isu yang diangkat dalam esai.
Reflektif
Esai ini merupakan esai yang ditulis
untuk merenungkan suatu isu politik, kebijakan pemerintah, dan lainnya yang
biasanya ditulis oleh seorang pakar/ahlinya guna menanggapi isu isu tersebut.
Kritik
Esai kritik merupakan esai yang
menilai baik atau buruk, bermanfaat atau tidaknya, kelebihan atau kekurangan
suatu hal, baik berupa karya seni maupun karya sastra. Kritik akan membicarakan
dan menilai berbagai unsut yang membentuk karya tersebut dan dikemas dalam
sebuah esai.
Artikel Penelitian
Artikel penelitian merupakan jenis
esai yang berisi tentang hasil hasil yang diperoleh dari sebuah penelitian.
Artikel jenis ini umumnya akan menambah pengetahuan baru di bidangnya atau
mencek ulang penelitian yang ada sebelumnya dengan kondisi riil saat ini.
Membuat Esai Disesuaikan
dengan Event atau Ketentuan yang dibuat oleh Penyelenggara, meliputi:
Menentukan Tema
Seperti halnya membuat atau menulis
jenis-jenis karangan pada umumnya, esai juga sangat memerlukan tema di
dalamnya. Adapun tema yang dapat disampaikan atau diangkat di dalam esai
biasanya berupa isu-isu yang tengah ramai di lingkungan masyarakat, seperti
kasus kriminal, politik, krisis sosial dan budaya, dan lain sebagainya.
Pastikan tema atau isu yang hendak disampaikan di dalam esai merupakan tema
atau isu yang dipahami oleh penulis esai. Sebab, dengan menulis tema yang
dipahami, penulis esai akan menjadi lebih ringan dan lepas saat proses
penulisan esai. Selain itu, pemahaman suatu isu secara mendalam membuat penulis
esai bisa menuliskan pendapat atau argumentasinya secara lebih mendalam dan
meyakinkan.
Menentukan Gagasan Utama
Setelah tema ditentukan, penulis
esai mesti menentukan gagasan utama apa yang akan disampaikan penulis terkait
tema esai tersebut. Dengan adanya gagasan utama, penulis esai akan jauh lebih
fokus dalam mengembangkan tema yang dia tulis di dalam esainya.
Mengembangkan Gagasan Utama
Setelah gagasan utama didapat,
penulis esai kemudian mesti mengembangkan gagasan utama tersebut. Pengembangan
gagasan utama tersebut bisa dilakukan penulis dibagian isi atau pembahasan esai
yang merupakan salah satu struktur esai yang baik. Gagasan utama dalam esai
mesti ditulis secara argumentatif dengan didukung sejumlah fakta dan data yang
akurat. Meski esai bersifat subjektif dan merupakan pendapat pribadi penulis,
namun data dan fakta yang akurat tetap saja diperlukan bagi para penulis esai.
Hal itu dikarenakan dengan adanya data dan fakta tersebut, pendapat yang
disampaikan di dalam esai akan jauh lebih kuat dan pembaca pun akan sulit untuk
membantah pendapat tersebut. Selain fakta dan data, teori atau pendapat
beberapa ahli pun juga bisa dimasukkan oleh penulis untuk memperkuat pendapat
atau gagasannya.
Membuat Kesimpulan
Sesudah gagasan utama selesai
dikembangkan, penulis mesti merangkum semua pengembangan gagasan tersebut ke
dalam suatu kesimpulan. Selain sebagai penutup esai, kesimpulan juga berfungsi
untuk memudahkan pembaca dalam memahami inti dari esai yang disampaikan atau
ditulis oleh penulis.
Jika udah tahu
atau memiliki pengetahuan tentang esai, Apa lagi yang perlu dipersiapankan dalam
menulis dan menyusun esai?. Pertama, perbanyak
membaca buku atau refrence terkait, manfaatkan kecanggihan digital di era RI 4.0
ini sebagai bentuk usaha mendapatkan informasi. Kedua, tuangkan ide-ide
dalam bentuk tulisan.
No comments:
Post a Comment