Thursday, January 9, 2020

Sebuah Inovasi dalam Essay



Tulisanku bagus nggak iya? Ini cocok nggak? Itu pas nggak? Bla-bla-bla
Stop, Ngedumel!
Tulis aja dulu, dengan menulis terlebih dahulu, maka akan tahu titik lemahmu, lalu berupaya untuk melakukan inovasi. Namun, tidak lain bahwa inovasi tersebut harus dengan adanya pengetahuan tentang jenis tulisan yang bakal ditulis. Ingin menulis esai, maka mulailah menekuninya.
Langsung saja, esai merupakan karya prosa dari sudut pandang penulis yang dilengkapi dengan data dan fakta dalam struktur isi tulisannya. Dengan begitu, esai tidak hanya menjadi tulisan fiktif atau imajinasi dari sang penulis saja.
Oya, dalam setiap jenis tulisan pasti ada ciri khususnya. Adapun ciri-ciri esai sebagai berikut:
Berupa Karangan Pendek (Prosa dibalut Sastra dengan Data dan Fakta)
Esai ditulis dengan jumlah kalimat yang pendek. Hal ini karena esai terdiri atas sebuah kajian singkat yang padat dan jelas sehingga mudah dipahami oleh khalayak umum, biasax panjang tulisan antara 500-700 kata.
Memiliki Gaya Bahasa yang Khas
Kenapa?, karena ia dipengaruhi sudut pandang penulisnya. Gaya penulisan masing-masing penulis esai akan berbeda dan membawa ciri khasnya.
Dengan struktur tulisan: (1) Pendahuluan, (2) Isi (Pembahasan: solusi, ide dan gagasan yang dimunculkan), (3) Penutup
Selain itu, esai juga memiliki jenis-jenis tertentu sehingga memberikan penulisnya bebas berkreasi dengan sudut pandang yang sesuai.
Jenis Esai Berdasarkan Tujuan Penulisan
Esai Cerita
Esai cerita merupakan esai yang bertujuan untuk melukiskan, atau menghadirkan baik barang, seseorang, maupun sesuatu lainnya agar mampu dibayangkan oleh pembaca. Esai ini bertujuan agar pembaca seolah-olah melihat bentuk, mendengar suara, mengecap rasa, maupun mencium bau dari suatu barang, atau seseorang, atau sesuatu lainnya yang dihadirkan dalam isi esai. Esai cerita bertujuan untuk memberikan kesan utama yang ingin disampaikan penulis terhadap suatu benda maupun seseorang atau sesuatu lain kepada pembaca.
Esai Paparan
Esai ini bertujuan untuk menjelaskan atau memaparkan lebih rinci suatu hal kepada pembaca. Tujuan utama esai ini untuk mengedukasi maupun memberikan informasi kepada pembaca.
Esai Argumentatif
Esai jenis ini, bertujuan untuk meyakinkan pembaca untuk menerima ide, pandangan, sikap, maupun kepercayaan penulis terhadap suatu isu atau permasalahan. Esai Argumentatif akan berusaha mengungkapkan kebenaran dari suatu ide dengan motif agar nantinya pembaca pada akhirnya akan berpihak pada penulis dan berbuat sesuatu berdasarkan opini yang terdapat dalam esai tersebut.
Esai Lukisan
Esai lukisan merupakan karangan yang isinya menggambarkan sesuatu dengan tujuan untuk membantu pembaca memahami hal yang ingin disampaikan.
Esai Ajakan
Esai ajakan hampir mirip tujuannya dengan esai argumentatif, hanya saja esai jenis ini mempunyai tujuan lebih spesifik yakni mengajak pembaca untuk mengikuti penulis dalam melakukan suatu atau sebaliknya mengajak pembaca untuk menghentikan melakukan suatu hal.
Jenis Esai Berdasarkan Keragamaan Permasalahan yang Muncul
Deskriptif
Esai deskriptif merupakan esai yang mendeskripsikan seseorang atau benda. Permasalahan atau hal yang diangkat pada esai ini adalah sebuah benda, seperti rumah, alat elektronik, hewan, maupun sesorang.
Tajuk
Tajuk merupakan jenis esai yang dimuat di dalam surat kabar yang menjadi tempat untuk menyalurkan pendapat masyarakat guna menyatakan pandangannya terhadap suatu peristiwa yang sedang berkembang di lingkungan masyarakat tersebut. Esai jenis ini mengangkat isu isu yang sedang hangat diperbincangkan di masyarakat seperti gejolak politik, keadaan perekonomian saat ini dan lain sebagainya. Tajuk tidak hanya memuat isu isu berat, namun apa saja yang sedang menjadi tren saat ini di masyarakat juga dapat menjadi pokok bahasan dalam tajuk, misal model fashion terkini, bahkan hingga fenomena “Om Telolet, Om” yang marak diperbincangkan akhir akhir ini.
Cukilan Watak
Esai jenis ini, memungkinkan seorang penulis untuk menyisipkan cukilan (cuplikan) dari watak seseorang terhadap isu terkait kepada pembaca. Esai ini tidak menjabarkan secara lengkap biografi seorang tokoh, melainkan hanya mengungkapkan sepenggal watak atau sifat yang dimiliki seorang tokoh yang terkait dalam isu atau cerita yang diangkat dalam esai tersebut.
Pribadi
Esai pribadi hampir mirip dengan esai cukilan watak. Hanya saja yang membedakan esai jenis ini dengan esai cukilan watak ialah watak atau sifat yang dihadirkan dalam esai merupakan sepenggal watak atau sifat dari penulis itu sendiri. Pada esai pribadi, penulis secara frontal mengungkapkan pendapatnya terhadap isu yang diangkat dalam esai.
Reflektif
Esai ini merupakan esai yang ditulis untuk merenungkan suatu isu politik, kebijakan pemerintah, dan lainnya yang biasanya ditulis oleh seorang pakar/ahlinya guna menanggapi isu isu tersebut.
Kritik
Esai kritik merupakan esai yang menilai baik atau buruk, bermanfaat atau tidaknya, kelebihan atau kekurangan suatu hal, baik berupa karya seni maupun karya sastra. Kritik akan membicarakan dan menilai berbagai unsut yang membentuk karya tersebut dan dikemas dalam sebuah esai.
Artikel Penelitian
Artikel penelitian merupakan jenis esai yang berisi tentang hasil hasil yang diperoleh dari sebuah penelitian. Artikel jenis ini umumnya akan menambah pengetahuan baru di bidangnya atau mencek ulang penelitian yang ada sebelumnya dengan kondisi riil saat ini.
Membuat Esai Disesuaikan dengan Event atau Ketentuan yang dibuat oleh Penyelenggara, meliputi:
Menentukan Tema
Seperti halnya membuat atau menulis jenis-jenis karangan pada umumnya, esai juga sangat memerlukan tema di dalamnya. Adapun tema yang dapat disampaikan atau diangkat di dalam esai biasanya berupa isu-isu yang tengah ramai di lingkungan masyarakat, seperti kasus kriminal, politik, krisis sosial dan budaya, dan lain sebagainya. Pastikan tema atau isu yang hendak disampaikan di dalam esai merupakan tema atau isu yang dipahami oleh penulis esai. Sebab, dengan menulis tema yang dipahami, penulis esai akan menjadi lebih ringan dan lepas saat proses penulisan esai. Selain itu, pemahaman suatu isu secara mendalam membuat penulis esai bisa menuliskan pendapat atau argumentasinya secara lebih mendalam dan meyakinkan.
Menentukan Gagasan Utama
Setelah tema ditentukan, penulis esai mesti menentukan gagasan utama apa yang akan disampaikan penulis terkait tema esai tersebut. Dengan adanya gagasan utama, penulis esai akan jauh lebih fokus dalam mengembangkan tema yang dia tulis di dalam esainya.
Mengembangkan Gagasan Utama
Setelah gagasan utama didapat, penulis esai kemudian mesti mengembangkan gagasan utama tersebut. Pengembangan gagasan utama tersebut bisa dilakukan penulis dibagian isi atau pembahasan esai yang merupakan salah satu struktur esai yang baik. Gagasan utama dalam esai mesti ditulis secara argumentatif dengan didukung sejumlah fakta dan data yang akurat. Meski esai bersifat subjektif dan merupakan pendapat pribadi penulis, namun data dan fakta yang akurat tetap saja diperlukan bagi para penulis esai. Hal itu dikarenakan dengan adanya data dan fakta tersebut, pendapat yang disampaikan di dalam esai akan jauh lebih kuat dan pembaca pun akan sulit untuk membantah pendapat tersebut. Selain fakta dan data, teori atau pendapat beberapa ahli pun juga bisa dimasukkan oleh penulis untuk memperkuat pendapat atau gagasannya.
Membuat Kesimpulan
Sesudah gagasan utama selesai dikembangkan, penulis mesti merangkum semua pengembangan gagasan tersebut ke dalam suatu kesimpulan. Selain sebagai penutup esai, kesimpulan juga berfungsi untuk memudahkan pembaca dalam memahami inti dari esai yang disampaikan atau ditulis oleh penulis.

Jika udah tahu atau memiliki pengetahuan tentang esai, Apa lagi yang perlu dipersiapankan dalam menulis dan menyusun esai?. Pertama, perbanyak membaca buku atau refrence terkait, manfaatkan kecanggihan digital di era RI 4.0 ini sebagai bentuk usaha mendapatkan informasi. Kedua, tuangkan ide-ide dalam bentuk tulisan.

No comments:

Post a Comment

DARAH - DARAH WANITA

YANG TINGGAL DI ANTARA KITA

  YANG TINGGAL DI ANTARA KITA Zizi Althofunnisa   Cinta itu datang diam-diam, lalu menetap tanpa izin di mataku, di cara aku men...