Tuesday, December 24, 2019

GEBU RINDU DI ANTARA BIDADARI



Tak sanggup lisan ini mengucap, ataupun membahasakan rindu
Rindu akan dirimu yang jauh dari pelupuk mata
Meski dengan luasnya mata memandang dikau tak jua tampak
Dan tak mampu mengobati rindu  yang akan harap hadirnya bayangmu
Namun dengan terkaan dan analisa yang sulit dimengerti
Hati yang begitu lembut dan setajam rasa
Memberikan secercah penawar dengan menghadirkan rona-rona bayangan
Bayangan yang dinanti untuk menemani
Menemani dikala gundah menerpa, duka merungrang dan  jepitan derita yang tiada usai.
Ukhty, dirimu begitu luar biasa diciptakan oleh sang Maha luar biasa
Pola tingkah yang meski bukan berbalutkan sutra
Namun dirimu tercipta begitu sempurna dan membawa keparipurnaan
Dari naungan dan keteduhan sikafmu yang tulus karena-Nya
Tak heran orang-orang menaruh sayang dan keseganan
Ukhty yang daku muliakan…
Dirimu begitu mulia, mulia dikata dan sosoknya
Pantaslah dikatakan insan kamil dihadapan-Nya
Tubuh yang indah terbalut hijab, dibarengi serian pandangan wajah
Pandangan yang memberi penyejuk menenangkan jiwa
Kalam-mu yang indah, tertata dan terucap santun penuh kelembutan
Sungguh tutur kata yang berfaidah dan beribrah
Sehingga mampu menggelegarkan hati dan mendonorkan spirit
Duhai bidadari reflector ilahi
Bersamamu begitu indah dan membawa berkah
Kau rangkul diriku dikala jatuh
Kau berlelucon suka ria dikala sedih dan kegundahan mengaduh paduh
Kau tuntun langkahku menapak- tapak arti ketulusan
Inilah harap yang tak pernah ada akhir
Ingin selalu seperti pelangi, yang selalu cerah ceria meski dalam kedukaan
Ingin selalu seperti bintang, yang selalu berkelip menerangi gelap gulitanya sang malam
Ingin selalu seperti matahari, yang selalu memiijarkan cahaya diseluruh belahan bumi
Semua itu akan terwujud jika berada disampingmu
Karena engkaulah sang pelangi penyebar keceriaan
Sang bintang yang selalu membintang
Dan sang matahari yang tak pernah padam memberi dan mengasihi
Ukhty,tak sanggup diri ini melepas genggaman erat ini
Meski sapamu selalu menemani, namun hati ini tak bisa berpungkir dari rindu yang membara api
Bara yang selalu menjilat-jilat sehingga membuat panas seluruh badan dan jiwa
Itulah diriku yang berharap bertemu denganmu
Untuk itu senandung rindu ini kan daku sampaikan melalui angin malam
Yang selalu menemani sepi dalam hayal memandangi wajah indah nan ayu di retinaku
Duhai bidadari sang idaman, ingin rasanya menyahut baitan syair tentang cinta dan rindu
Yang tertanam dalam qalbu, menyemai indah dalam sikaf, mengalunkan bahasa syahdu
Yang mengadu padukan kasih sayang
Dan kemilau keimanan

No comments:

Post a Comment

DARAH - DARAH WANITA

YANG TINGGAL DI ANTARA KITA

  YANG TINGGAL DI ANTARA KITA Zizi Althofunnisa   Cinta itu datang diam-diam, lalu menetap tanpa izin di mataku, di cara aku men...