Tak sanggup
lisan ini mengucap, ataupun membahasakan
rindu
Rindu akan
dirimu yang jauh dari pelupuk mata
Meski dengan luasnya
mata memandang dikau tak jua tampak
Dan tak mampu mengobati
rindu yang akan harap hadirnya bayangmu
Namun dengan terkaan
dan analisa yang sulit dimengerti
Hati yang
begitu lembut dan setajam rasa
Memberikan
secercah penawar dengan menghadirkan rona-rona bayangan
Bayangan yang dinanti
untuk menemani
Menemani dikala
gundah menerpa, duka merungrang dan jepitan
derita yang tiada usai.
Ukhty, dirimu begitu
luar biasa diciptakan oleh sang Maha luar biasa
Pola tingkah
yang meski bukan berbalutkan sutra
Namun dirimu
tercipta begitu sempurna dan membawa keparipurnaan
Dari naungan
dan keteduhan sikafmu yang tulus karena-Nya
Tak heran orang-orang
menaruh sayang dan keseganan
Ukhty yang daku
muliakan…
Dirimu begitu
mulia, mulia dikata dan sosoknya
Pantaslah
dikatakan insan kamil dihadapan-Nya
Tubuh yang
indah terbalut hijab, dibarengi serian pandangan wajah
Pandangan yang
memberi penyejuk menenangkan jiwa
Kalam-mu yang
indah, tertata dan terucap santun penuh kelembutan
Sungguh tutur
kata yang berfaidah dan beribrah
Sehingga mampu
menggelegarkan hati dan mendonorkan spirit
Duhai bidadari
reflector ilahi
Bersamamu
begitu indah dan membawa berkah
Kau rangkul
diriku dikala jatuh
Kau berlelucon
suka ria dikala sedih dan kegundahan mengaduh paduh
Kau tuntun langkahku
menapak- tapak arti ketulusan
Inilah harap
yang tak pernah ada akhir
Ingin selalu
seperti pelangi, yang selalu cerah ceria meski dalam kedukaan
Ingin selalu
seperti bintang, yang selalu berkelip menerangi gelap gulitanya sang malam
Ingin selalu
seperti matahari, yang selalu memiijarkan cahaya diseluruh belahan bumi
Semua itu akan terwujud
jika berada disampingmu
Karena engkaulah
sang pelangi penyebar keceriaan
Sang bintang
yang selalu membintang
Dan sang
matahari yang tak pernah padam memberi dan mengasihi
Ukhty,tak
sanggup diri ini melepas genggaman erat ini
Meski sapamu
selalu menemani, namun hati ini tak bisa berpungkir dari rindu yang membara api
Bara yang
selalu menjilat-jilat sehingga membuat panas seluruh badan dan jiwa
Itulah diriku
yang berharap bertemu denganmu
Untuk itu
senandung rindu ini kan daku sampaikan melalui angin malam
Yang selalu
menemani sepi dalam hayal memandangi wajah indah nan ayu di retinaku
Duhai bidadari
sang idaman, ingin rasanya menyahut baitan syair tentang cinta dan rindu
Yang tertanam
dalam qalbu, menyemai indah dalam sikaf, mengalunkan bahasa syahdu
Yang mengadu
padukan kasih sayang
Dan kemilau keimanan
No comments:
Post a Comment