Sebagai Mommie
pastinya merasa cemas saat menghadapi proses persalinan, suatu perasaan takut yang tidak menyenangkan
dan tidak dapat dibenarkan yang disertai dengan gejala psikologis. Pada
sebagian Mommie, reaksi psikologik dan emosional pertama adalah kecemasan,
ketakutan, dan kepanikan. Kecemasan pada Ibu hamil dirasakan sejak trimester
pertama, dimana kecemasan akibat dari adaptasi terhadap perubahan habitus
tubuhnya, rahim yang mulai membesar, perubahan pada payudara. Kecemasan ini
berlanjut pada trimester selanjutnya sampai pada trimester tiga. Tiga bulan
terakhir kecemasan mulai meningkat akibat persepsi persalinan yang menghasilkan
rasa sakit dan resiko pada status kesehatan serta semakin meningkat sampai
persalinan tiba.
Kecemasan
tersebut dikarenakan persepsi Ibu yang kurang tepat mengenai proses kelahiran.
Kelahiran dipersepsikan sebagai proses yang menakutkan dan menimbulkan rasa
sakit yang luar biasa. Sebagian Mommie juga merasa trauma dengan proses persalinan lebih-lebihnya
persalinan pertamanya karena berbagai macam kesulitan dan rasa nyeri saat
persalinan sehingga mereka enggan untuk merencanakan mempunyai anak kembali.
Beberapa hal di atas membuat Ibu hamil merasakan kecemasan yang hebat menjelang
kelahiran bayinya.
Namun
ketahuilah, dengan adanya pikiran-pikiran seperti melahirkan yang akan selalu
diikuti dengan nyeri atau hal-hal yang bikin Ibu hamil mengalami rasa cemas dan
takut tersebut dapat menyebabkan peningkatan kerja sistem syaraf simpatetik. Yakni
sistem syaraf simpatik akan melepaskan hormon ke aliran darah dalam rangka
mempersiapkan badan pada situasi darurat. Sistem syaraf otonom selanjutnya
mengaktifkan kelenjar adrenal yang mempengaruhi sistem pada hormon epinefrin.
Peningkatan hormon adrenalin dan noradrenalin atau epinefrin dan norepinefrin
menimbulkan disregulasi biokimia tubuh, sehingga muncul ketegangan fisik pada
diri Ibu hamil. Dampak dari proses psikologis ini dapat timbul pada perilaku
sehari-hari, seperti Ibu hamil menjadi mudah marah atau tersinggung, gelisah,
tidak mampu memusatkan perhatian, ragu-ragu, bahkan kemungkinan ingin lari dari
kenyataan hidup. Kondisi ini dapat menyebabkan kecemasan dan ketegangan lebih
lanjut sehingga membentuk suatu siklus umpan balik yang dapat meningkatkan
intensitas emosional secara keseluruhan.
Untuk itu,
butuh akan metode relaksasi. Relaksasi untuk persalinan saat ini telah dikenal
luas dengan nama hypnobirthing. Yang merupakan kombinasi praktik
hipnosis terhadap autohypnosis atau diri
sendiri (self hypnosis) dengan panduan dari hipnoterapis untuk mencapai
relaksasi mendalam. Hypnobirthing terdiri dari berbagai macam teknik
relaksasi yang dapat digunakan Mommie saat bersalin. Teori yang mendasari hypnobirthing
adalah metode relaksasi dengan memadukan rangkaian kegiatan berupa teknik
konsentrasi pikiran, teknik relaksasi dengan pernafasan, teknik relaksasi
dengan visualisasi, berkomunikasi dengan janin, teknik hypnobirthing
semasa hamil, dan teknik pernapasan pada proses persalinan. Metode hypnobirthing
yang dapat dilakukan mulai masa kehamilan dan membantu menurunkan tingkat
kecemasan. Teknik hypnobirthing dapat membantu merilekkan otot-otot sehingga Ibu terhindar dari kecemasan dan dapat membantu Ibu lebih tenang dalam
menghadapi persalinan.
Sebagaimana
dalam Workbook Pelatihan Basic Hypnosis dan Hypnobirthing bahwa adanya
pengaruh latihan relaksasi terhadap tingkat kecemasan dapat di jelaskan dengan
teori dan cara kerja hipnobirthing. Metode relaksasi hipnobirthing membantu
memusatkan perhatian berdasarkan pada keyakinan bahwa perempuan dapat mengalami
persalinan melalui insting untuk melahirkan secara alami dengan tenang, nyaman,
percaya diri. Latihan ini mengajarkan Ibu hamil menjalankan teknik relaksasi
yang alami, sehingga tubuh dapat bekerja dengan seluruh syaraf secara harmonis
dan dengan kerjasama penuh. Rangkaian teknik relaksasi mulai dari relaksasi
otot, relaksasi pernapasan, relaksasi pikiran dan penanaman kalimat positif
yang dilakukan secara teratur dan konsentrasi akan menyebabkan kondisi rileks
pada tubuh sehingga tubuh memberikan respon untuk mengeluarkan hormon endorfin
yang membuat ibu menjadi rileks dan menurunkan rasa nyeri terutama ketika otak
mencapai gelombang alfa atau saat istirahat. Pada kondisi ini saat tubuh
mengeluarkan hormon serotonin dan endorfin sehingga manusia dalam kondisi
rileks tanpa ketegangan dan kecemasan.
No comments:
Post a Comment