Friday, June 10, 2022

HYPNOBIRTHING, ILOKUSI PADA PROSES PERSALINAN

Sebagai Mommie pastinya merasa cemas saat menghadapi proses persalinan,  suatu perasaan takut yang tidak menyenangkan dan tidak dapat dibenarkan yang disertai dengan gejala psikologis. Pada sebagian Mommie, reaksi psikologik dan emosional pertama adalah kecemasan, ketakutan, dan kepanikan. Kecemasan pada Ibu hamil dirasakan sejak trimester pertama, dimana kecemasan akibat dari adaptasi terhadap perubahan habitus tubuhnya, rahim yang mulai membesar, perubahan pada payudara. Kecemasan ini berlanjut pada trimester selanjutnya sampai pada trimester tiga. Tiga bulan terakhir kecemasan mulai meningkat akibat persepsi persalinan yang menghasilkan rasa sakit dan resiko pada status kesehatan serta semakin meningkat sampai persalinan tiba.

Kecemasan tersebut dikarenakan persepsi Ibu yang kurang tepat mengenai proses kelahiran. Kelahiran dipersepsikan sebagai proses yang menakutkan dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Sebagian Mommie  juga merasa trauma dengan proses persalinan lebih-lebihnya persalinan pertamanya karena berbagai macam kesulitan dan rasa nyeri saat persalinan sehingga mereka enggan untuk merencanakan mempunyai anak kembali. Beberapa hal di atas membuat Ibu hamil merasakan kecemasan yang hebat menjelang kelahiran bayinya.

Namun ketahuilah, dengan adanya pikiran-pikiran seperti melahirkan yang akan selalu diikuti dengan nyeri atau hal-hal yang bikin Ibu hamil mengalami rasa cemas dan takut tersebut dapat menyebabkan peningkatan kerja sistem syaraf simpatetik. Yakni sistem syaraf simpatik akan melepaskan hormon ke aliran darah dalam rangka mempersiapkan badan pada situasi darurat. Sistem syaraf otonom selanjutnya mengaktifkan kelenjar adrenal yang mempengaruhi sistem pada hormon epinefrin. Peningkatan hormon adrenalin dan noradrenalin atau epinefrin dan norepinefrin menimbulkan disregulasi biokimia tubuh, sehingga muncul ketegangan fisik pada diri Ibu hamil. Dampak dari proses psikologis ini dapat timbul pada perilaku sehari-hari, seperti Ibu hamil menjadi mudah marah atau tersinggung, gelisah, tidak mampu memusatkan perhatian, ragu-ragu, bahkan kemungkinan ingin lari dari kenyataan hidup. Kondisi ini dapat menyebabkan kecemasan dan ketegangan lebih lanjut sehingga membentuk suatu siklus umpan balik yang dapat meningkatkan intensitas emosional secara keseluruhan.

Untuk itu, butuh akan metode relaksasi. Relaksasi untuk persalinan saat ini telah dikenal luas dengan nama hypnobirthing. Yang merupakan kombinasi praktik hipnosis terhadap autohypnosis  atau diri sendiri (self hypnosis) dengan panduan dari hipnoterapis untuk mencapai relaksasi mendalam. Hypnobirthing terdiri dari berbagai macam teknik relaksasi yang dapat digunakan Mommie saat bersalin. Teori yang mendasari hypnobirthing adalah metode relaksasi dengan memadukan rangkaian kegiatan berupa teknik konsentrasi pikiran, teknik relaksasi dengan pernafasan, teknik relaksasi dengan visualisasi, berkomunikasi dengan janin, teknik hypnobirthing semasa hamil, dan teknik pernapasan pada proses persalinan. Metode hypnobirthing yang dapat dilakukan mulai masa kehamilan dan membantu menurunkan tingkat kecemasan. Teknik hypnobirthing dapat membantu merilekkan otot-otot sehingga Ibu terhindar dari kecemasan dan dapat membantu Ibu lebih tenang dalam menghadapi persalinan.

Sebagaimana dalam Workbook Pelatihan Basic Hypnosis dan Hypnobirthing bahwa adanya pengaruh latihan relaksasi terhadap tingkat kecemasan dapat di jelaskan dengan teori dan cara kerja hipnobirthing. Metode relaksasi hipnobirthing membantu memusatkan perhatian berdasarkan pada keyakinan bahwa perempuan dapat mengalami persalinan melalui insting untuk melahirkan secara alami dengan tenang, nyaman, percaya diri. Latihan ini mengajarkan Ibu hamil menjalankan teknik relaksasi yang alami, sehingga tubuh dapat bekerja dengan seluruh syaraf secara harmonis dan dengan kerjasama penuh. Rangkaian teknik relaksasi mulai dari relaksasi otot, relaksasi pernapasan, relaksasi pikiran dan penanaman kalimat positif yang dilakukan secara teratur dan konsentrasi akan menyebabkan kondisi rileks pada tubuh sehingga tubuh memberikan respon untuk mengeluarkan hormon endorfin yang membuat ibu menjadi rileks dan menurunkan rasa nyeri terutama ketika otak mencapai gelombang alfa atau saat istirahat. Pada kondisi ini saat tubuh mengeluarkan hormon serotonin dan endorfin sehingga manusia dalam kondisi rileks tanpa ketegangan dan kecemasan.

No comments:

Post a Comment

DARAH - DARAH WANITA

YANG TINGGAL DI ANTARA KITA

  YANG TINGGAL DI ANTARA KITA Zizi Althofunnisa   Cinta itu datang diam-diam, lalu menetap tanpa izin di mataku, di cara aku men...