Thursday, December 12, 2019

NERACA RASA



         

Daku uraikan bahasa jiwa
Dalam segumpal daya sebagai ungkapan upayaku
Ia bagaikan pelita menerangi Istana
Sungguh bahasaku tak tertahankan
Memang rasa kadang tak terbaca
Namun gumpalan suci ini menyikapi fakta
Yang membawa keparipurnaan…
            Dengan cuatan prahara yang membelenggu
Dengan rasa yang berlabuh keras
Akankah sesama berucap,
Ataukah kecewa menutup mata berhati lara
Maka hadapkanlah daku
Dalam mahkamah neraca yang berimbang
Untuk mengenal bahasa setia dan bahasa rasa

No comments:

Post a Comment

DARAH - DARAH WANITA

YANG TINGGAL DI ANTARA KITA

  YANG TINGGAL DI ANTARA KITA Zizi Althofunnisa   Cinta itu datang diam-diam, lalu menetap tanpa izin di mataku, di cara aku men...